Pulau Panaitan
Pulau Panaitan merupakan kawasan terpisah dari dataran Ujung Kulon oleh selat selebar 10 km. Pulau Panaitan umumnya berbukit-bukit. Di bagian Utara dan Tengah tingginya mencapai kurang lebih 160 m, dan deretan bukit yang sejajar dengan pantai Tenggara, mencapai ketinggian 320 m pada puncak Gunung Raksa, yang merupakan titik tetinggi di pulau Panaitan. Bukit-bukit di Panaitan diselimuti oleh hutan dan berbagai macam hewan liar, seperti rusa, babi hutan, monyet, ular phyton dan burung-burung. Beberapa jenis buaya air tawar dan kadal raksasa juga bisa ditemui disini. Salah satu bukit tinggi dikenal sebagai Gunung Raksa, dimana ditemui patung-patung Hindu purba di puncaknya.

Garis pantai Pulau Panaitan yang dihiasi dengan pantai pasir yang luas secara alami menciptakan beberapa lokasi wisata selam scuba untuk menikmati terumbu karang dan menciptakan gelombang ombak yang hebat untuk para peselancar. Salah satu tempat penyelaman yang terkenal di tempat ini adalah terumbu karang Batu Pitak dekat Legon Butun. Namun, karena kuatnya arus dan faktor-faktor alam lainnya, menyelam di sekitar Pulau Panaitan tidak direkomendasikan untuk penyelam pemula.
Di pulau Panaitan terdapat rawa mangrove yang luas, yaitu di Legon Lentah, Legon Kadam dan Legon Mandar. Pohon mangrove yang paling umum dikenal ialah jenis padi-padi ( Lumnitzera racemosa ), api-api ( Avicennia sp ), bakau ( Rhizophora), bogem ( Sonneratia alba ), Bruguiera sp, dan kadangkala dijumpai pula pakis rawa jenis lamiding ( Acrostichum aureum ).
http://www.ujung-kulon.net/